Selasa, 23 Oktober 2012

Penyebab Tawuran - opini yang muncul dari dunia pelajar

Penyebab tawuran.

TAWURAN itu seperti bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Untuk mencari pemecahan masalah bagaimana cara mencegah dan mengatasi tawuran, tak ada salahnya apabila mencoba menelusuri sebab dan mengundang opini umum.

Opini penyebab tawuran versi historia kada.
1. Kemerosotan nilai-nilai agama.
Agama mengajarkan tentang keimanan dan ketaqwaan. Taqwa adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Merosotnya iman dan ketaqwaan seseorang akan mendorong seseorang tersebut melakukan hal-hal yang melanggar larangan agama.

2. Provokasi
Aksi tawuran juga bisa disebabkan oleh adanya provokasi dari seseorang. Misalnya seseorang dari pihak luar yang tidak suka dengan sekolah-sekolah tertentu yang kemudian mengirimkan surat kaleng sebagai upaya mengadu-domba.

3. Sejarah yang menjadi warisan.
Sekolah tentunya mempunyai catatan sejarah, baik itu tentang prestasi maupun kenakalan siswa. Tawuran bisa merupakan 'sebuah cerita bersambung' dari kejadian-kejadian sebelumnya, yang secara historis sekolah yang berkonflik tidak mempunyai hubungan yang baik sejak awal.

4. Antara dendam dan mempertahankan kepemimpinan.
Pergesekan sekecil apapun diluar sekolah pasti akan mengundang konflik, lebih-lebih kalau sebelumnya pernah terjadi tawuran. Disinilah tawuran merupakan ajang untuk membalas dendam bagi sekolah yang kalah atas kekalahan yang dialami sebelumnya dan ajang mempertahankan kepemimpinan bagi yang menang.

5. Ancaman.
Tawuran bukan serta merta dilakukan oleh beberapa siswa yang secara langsung bersinggungan konflik dengan siswa sekolah lain, melainkan karena adanya ancaman para senior kepada adik-adik kelasnya yang tidak mematuhi perintahnya dalam aksi mencari dukungan.

6. Keluarga dan lingkungan.
Kegagalan dalam mendidik dan mengawasi anak, dan kesalahan anak itu sendiri dalam memilih  lingkungan baru  yang kemudian lingkungan barunya tersebut lebih dominan dalam membentuk karakter pribadi.


7. Tidak adanya penanganan yang serius dari lembaga terkait.
Hukum merupakan hasil setelah sebuah sebab dan menjatuhkan sebagai akibat.
Apabila hanya mengupayakan 'setelah sebab' tanpa 'menelusuri secara mendalam sebabnya' biasanya tidak memberikan efek jera kepada siswa atau orang lain yang setelah tawuran tidak terjerat hukum. Untuk itu lembaga tersebut perlu mengupayakan penyelesaian masalah dan menyelidiki sumber permasalahan secara tuntas agar tidak banyak terjadi dikemudian hari.

Tidak ada lembaga manapun yang mengajarkan anak didiknya untuk melakukan tawuran. Dan sebagai seorang pelajar yang notabene adalah orang yang sedang mengenyam pendidikan dan merupakan generasi penerus bangsa (kaum intelektual), tak sepantasnya melakukan hal-hal yang justru mencoreng nama baik dunia pendidikan, tidak menjaga nama baik sebagai seorang pelajar dan hanya menuruti ego dan empati untuk bertindak bodoh.
 

Copyright © 2012 stasiunku blog - how and where | Sitemap | Redesign by g-fanc | Powered by Blogger